Jumat, 26 Agustus 2011

Kata Kata Ucapan Selamat Idul Fitri 2011


Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara...
Bila hati penuh prasangka...
Dan bila ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf...
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

=========================================

Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri

=========================================

Faith makes all things possible.Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.

=========================================

Melati semerbak harum mewangi
Sebagai penghias di hari fitri
SMS ini hadir pengganti diri
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

=========================================

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

=========================================
 
Gadis menyulam diatas kain
seindah bunga dlm jambangan.
Walo hanya sms yg sy kirim
serasa qt brjabat tangan.
MinalAidzinWalFaidzin.
Mhn maaf lahir&batin ya.

=========================================

Bila da lngkah mmbekas lara.
da kt mnusuk sukma.
da tingkah mnoreh luka. 
Mhn dmaafkn sgl kekhilafn. 
MinalAidzin WalFaidzin.
MhnMaafLhr & Btn

=========================================

Waktu mengalir bagaikan air Ramadhan suci akan berakhir Tuk salah yg pernah Tuk khilaf yg sempat terucap Pintu maaf selalu kuharap Met Idul Fitri

=========================================

MTV bilang kalo mo minta maap g ush nunggu lebaran, Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan, Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl blg, Org jujur ga perlu malu utk minta maap, Jd krn mrs sbg anak nongkrong yg jujur, keren cakep dan baek ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir dan batin 

=========================================

Seiring cahaya rahmat bulan Syawal,kuberi maafku setulus lahirmu dan kupinta maafmu sedalam batinku. Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1428H Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

=========================================

Keindahan ramadhan tetap bersinar seiring datangnya hari yang fitri. Selamat Idul Fitri 1428H Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin terucap setulus hati untukmu sahabat.

=========================================

Salah kata pernah terucap,salah sikap pernah terungkap,kembali fitrah selalu di harap Selamat Idul Fitri 1428H, Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

=========================================

Sayup terdengar takbir berkumandang
Tanda Ramadhan akan lewat
Ampunan diharap, barokah didapat
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin

=========================================

Ketupat udah dipotong
Opor udah dibikin
Nastar udah dimeja
Kacang udah digaremin
Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin
Taqobalallahu minna wa minkum

=========================================

Orang yang paling mulia adalah
Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain
Bersihkan diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.

                                                     Facebook "Onho Lostar"


Nikmatnya K-Suami Wakatobi

Seorang Wisatawan, pulang dari perjalanan di wilayah Kabupaten Wakatobi yang memiliki Taman Laut terindah di dunia, justru berulangkali bercerita mengenai nikmatnya K-Suami yang pertama kali diketahui dari para penjual makanan ringan di Pelabuhan Wanci, ibukota Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

K-Suami adalah nama salah satu makanan tradisional masyarakat di Kepulauan Tukang Besi, terdiri atas Pulau Wanci, Kaledupa, Tomia dan Pulau Binongko yang populer dengan singkatan akronim Wakatobi.

Makanan tradisional tersebut sudah ada sejak tempo dulu. Menurut ceritanya, tatkala sarana transportasi laut masih terbilang terbatas beroperasi menghubungkan jalur ke Wakatobi dengan wilayah lainnya, K-Suami justru dijadikan makanan pokok masyarakat setempat.
Maklum, ubi kayu merupakan salah satu tanaman yang cukup bersahabat mudah tumbuh di daratan pulau-pulau karang yang terhampar di perairan Laut Banda ini. Ubi kayu itulah yang menjadi bahan baku utama pembuatan K-Suami.

Tanaman ubi kayu yang berasal dari daratan Benua Amerika ini, konon mulai berkembang di Indonesia pada tahun 1835 (Kompas, 06/01/2011). Tapi sejak kapan dan siapa yang membawa bibit tanaman yang berkembang biak dengan batangnya ini ke Wakatobi, belum diketahui secara pasti.
Ada yang menyebut, kemungkinan tanaman ini sudah ada di Wakatobi sejak masa pelayaran bangsa Portugis ketika menjelajahi pulau-pulau di kawasan timur Indonesia dalam abad XVI – XVII. Pulau-pulau di Wakatobi merupakan bagian dari rute pelayaran bangsa Portugis pada masa lalu.

Tanaman ubi kayu sangat disenangi oleh warga di Wakatobi, lantaran dapat dengan mudah tumbuh sekalipun ditanam di atas gumpalan-gumpalan sedikit tanah di antara bongkahan batu-batu karang yang menjadi bagian terbesar daratan kepulauan di Wakatobi.
Menurut cerita penduduk dari wilayah Wakatobi, pada awalnya tanaman ubi kayu yang dikembangkan di daerah tersebut adalah jenis ubi berasa pahit. Ubi kayu pahit, mengandung zat beracun asam sianida lebih dari 100 ppm (Kompas, 06/01/2011).
Masyarakat wilayah Wakatobi sejak dahulu telah paham bahwa ubi kayu pahit tersebut berbahaya jika dikonsumsi secara langsung. Tidak dapat direbus atau digoreng kemudian langsung dimakan– seperti ubi kayu biasa (ubi kayu yang tidak pahit).
Mungkin, dari pengetahuan kondisi seperti itu, sehingga masyarakat di kepulauan Wakatobi dahulu berupaya mengolah potensi ubi kayu pahit yang mudah tumbuh di daratan karang Wakatobi untuk dijadikan makanan pokok yang kemudian disebut sebagai K-Suami.
Cara membuat K-Suami sangat sederhana. Pertama-tama, ubi kayu dikupas dibuang kulitnya, kemudian diparut. Hasil parutan ubi kayu tersebut kemudian dibungkus dengan kain atau semacamnya dalam bentuk segi empat ukuran minimal 20 x 20 cm dengan ketebalan antara 7 sampai 8 cm. Bungkusan kotak-kotak segi empat yang berisi hasil parutan ubi kayu tersebut, lalu dijepit– dipress atau ditindis dengan beban yang berat sehingga zat air yang dikandungnya semua terperas menetes keluar melalui pori-pori kain pembungkusnya. Makin lama dilakukan proses penindisan semakin baik.
Biasanya, kotak-kotak bungkusan parutan ubi kayu itu ditindis minimal selama 24 jam, hingga parutan ubi kayu tak mengandung zat air lagi. Bungkusan kemudian dibuka. Ubi kayu yang sudah dipres berbentuk segi empat disebut Lempe oleh orang-orang di Wakatobi. Jika hendak digunakan, lempe-lempe ubi kayu itu dihancurkan menjadi seperti tepung. Kemudian dikeringkan dengan cara menjemur di bawah terik matahari.
Lempe yang sudah dikeringkan itu kemudian dikukus hingga matang dan jadilah K-Suami yang siap disantap. K-Suami paling nikmat disantap menggunakan lauk ikan rebus.
Hingga saat ini wadah kukusan K-Suami warga di Kepulauan Wakatobi, kebanyakan masih terbuat dari anyaman daun kelapa yang berbentuk kerucut. Bentuk kerucut itulah yang sampai saat ini menjadi ciri khas bentuk makanan K-Suami dari kepulauan Wakatobi.

Dalam perkembangannya, K-Suami yang sebelumnya hanya dibuat untuk bahan pangan rumah tangga, kemudian diproduk untuk dijual ke umum meskipun secara terbatas hanya di pasar-pasar dalam wilayah Wakatobi. Selain dijual dalam bentuk makanan jadi K-Suami, banyak juga yang hanya menjual lempe-lempe bahan baku pembuatan K-suami.
Makanan K-Suami yang mengandung kaborhidrat seperti kandungan beras, ternyata saat ini sudah mulai menyebar ke luar wilayah kepulauan Kabupaten Wakatobi. Di Kota Kendari, ibukota Provinsi Sultra, misalnya kini sudah banyak penjual K-Suami. Pembelinya pun sudah meluas, diminati banyak warga suku-bangsa dari berbagai daerah lainnya.

Dilihat dari pola dasar pembuatan K-Suami, makanan tradisional asal Wakatobi ini sebenarnya dapat dikembangkan tak hanya sebagai alternatif pengganti makanan pokok beras. Akan tetapi, dapat dikemas menjadi semacam penganan khas jika diolah bentuk, ukuran dan rasanya. K-Suami dapat disajikan dalam tampilan kotak segi empat, bulat, atau dalam bentuk lain – tidak seperti model lamanya berbentuk kerucut. Rasanya juga, tentunya, dapat diperkaya. Apalagi ubi kayu yang kini dibuat sebagai bahan baku K-Suami tidak lagi dari jenis ubi kayu pahit.  nurionopiss@yahoo.co.id

Senin, 22 Agustus 2011

Membuat Form Login Pada Delphi 7



Sekedar bagi-bagi ilmu aja. Walaupun ilmu saya masih seujung kuku, kalau dibagikan kan lumayan... Nah, postingan kali ini saya coba buat tutorial tentang pemrograman di Delphi 7. Postingan yang perkenalan dulu aja, gak pake database. Kenalannya berupa 
"Membuat Form Login Pada Delphi". Namanya juga kenalan jadi gampang aja. Apalagi yg dah pernah belajar Pascal, pasti wuz...wuz... Selanjutnya, Insya Allah, saya bahas yang pake database. O ya, kalau ada yang punya saran, ide, atau kritik, tinggalkan saja jejak-jejakmu dengan mengisi comment.
Posted by Yugo Prima Ananda at Friday, February 20, 2009 03:25

Ok deh, mari kita mulai...

Silahkan Rekan-rekan sekalian buka Delphi-nya. Btw, ini diasumsikan Rekan-rekan sekalian sudah nginstall ini software. Gak perlu lah dibuat tutorial "Instalasi Delphi 7".

Nah, disitu sudah ada form baru yang namanya Form1. Caption-nya juga Form1. Kita ganti aja y biar bagusan dikit. Silahkan arahkan mouse Rekan-rekan sekalian ke Object Inspector. Biasanya di pojok kanan bawah. Nah, di tab Properties-nya cari yang namanya Caption. Trus ganti "Form1" jadi caption yang Rekan-rekan sekalian sukai. Contoh: "Silahkan Login". Nah, caption itu akan muncul di bagian atas border window (form). Coba deh...

Kemudian silahkan Rekan-rekan sekalian ganti nama formnya yang kira-kira mudah diingat oleh Rekan-rekan sekalian. misalnya "FormLogIn". Jangan pake spasi ya. Penting gitu ngganti nama formnya? Kenapa gak dibiarin aja "Form1"? Ow, penting Rekan-rekan sekalian. Soalnya kalau kita sudah ngoding banyak dengan melibatkan banyak Form, nanti kita kerepotan. jadi untuk mencegah hal yang kayak gini: "Waduh, yang itu form berapa ya? Form12 atau Form13?" Nah loe...! So, silahkan lagi lihat Object Inspector-nya. Pada tab Properties cari Name. Nah, silahkan ganti "Form1" menjadi "FormLogin". Atau terserah Rekan-rekan sekalian. Biar gak terlalu besar, Rekan-rekan sekalian bisa me-resize ukuran Form. Caranya, ya seperti Rekan-rekan sekalian me-rezise jendela pada Windows. Klik ujung border, drag deh...

Yosh, berhubung Form-nya masih kosong, mari kita tambahkan beberapa komponen. Yaitu sebuah button (untuk tombol Login/OK), 2 Label (Label ID dan password), dan 2 Edit (Edit ID dan Password). Sok atuh, arahkan mouse Rekan-rekan sekalian ke menu bar pada tab Standar. Klik Label (simbolnya huruf kapital A), terus klik Form. Labelnya akan muncul di Form. Lakukan dua kali. Klik Edit (simbolnya "ab" dan ada kursornya). Klik pada Form. Lakukan 2 kali. klik "Button" (simbolnya tombol OK), lalu klik pada Form.

Lakukan perubahan properties (lihat Objek Inspector) pada tiap-tiap komponen yang baru saja kita tambahkan:

Label1
name : LabelID
caption : ID

Label2
name : LabelPassword
caption : Password

Edit1
Name : EditNama
Text : kosongkan

Edit2
Name : EditPassword
Text : kosongkan

Nah, biar aman, kita Save dulu....

File --> Save All
Save Unit1 as --> ketikkan nama Unitnya, misal "UnitLogin.pas"
Save Project1 as --> ketikkan nama projectnya, misal "BelajarLogin.dpr"

Trus coba Rekan-rekan sekalian Run project yg telah kita buat... pencet F9 atau bisa lewat menu bar yang simbolnya mirip simbol play, tapi warnanya ijo. Hasilnya seperti ini...

Coba isikan dan klik tombilnya... Apa yang terjadi? Ya gk terjadi apa-apa lah... kita kan belum ngisi algoritma didalamnya...

trus close deh, soalnya kita mo ngelanjutin lagi...

Nah sekarang, klik File --> New --> Form

Resize ukuran form biar terlalu besar. ganti properties-nya.

Name : FormSukses
Caption : Welcome

Tambahkan komponen Label. Ganti Properties-nya

Name : LabelSukse
Caption : Welcome
pada Font klik ganda pada tulisan (TFont), akan muncul sebuah dialog box. Silahkan Utak-atik. Misal size diganti jadi 24.

Save all, namanya "UnitSukses"

Sekarang waktunya koding. Klik ganda pada ButtonLogin (nama button yang baru saja kita buat pada FormLogin). Muncul UnitLogin. Klik ganda pada ButtonLogin merupakan instruksi untuk Delphi untuk membuat sebuah prosedur click. OK, mari kita isikan perintahnya.

procedure TFormLogin.ButtonLoginClick(Sender: TObject);
begin
if (EditID.Text <> '
ono') or (EditPassword.Text <> 'ono') then
begin

MessageDlg('ID atau password salah', MTWarning, [MBOK], 0);
Exit;
end;

F
mMenu.Show;
end;

Yang ditulis yang merah saja.
tips: gunakan Ctrl+Space untuk mempercepat pengetikan.


Setelah selesai kita compile terlabih dahulu. tekan Ctrl+F9.

Lho koq muncul pesan berikut?

Klik "Yes" saja. pesan itu muncul karena kita memanggil suatu prosedur (method) yang dimiliki UnitSukses (pada objek TFormSukses). Setelah kita klik "Yes" command "uses UnitSukses" secara otomatis ditambahkan.

Coba compile sekali lagi. Kalau sukses silahkan klik "Run"

Begini jadinya:
Tambahan: bila Rekan-rekan sekalian ingin saat user menginputkan password kemudian yang muncul adalah karakter asterisk (*), Rekan-rekan sekalian bisa mengganti properties-nya
EditPassword, yaitu pada PasswordChar, #0 diganti dengan *.

Tentang Troubleshooting




Troubleshooting, adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris, yang merujuk kepada sebuah bentuk penyelesaian sebuah masalah. Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Troubleshooting, kadang-kadang merupakan proses penghilangan masalah, dan juga proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting, pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan [listrik|kelistrikan].